
Agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan diperlukan suasana yang menghadirkan rasa saling kasih dan sayang antara guru dan siswa.
Murid kepada guru:jika guru memulai bicara janganlah engkau sela, jika menunjukan sesuatu yang dimaksudkan mengagumkan maka kagumilah, jika ia bermaksud melucu maka tertawalah, pendek kata buanglah kesan kebosanan dan sikap kasar.
Guru kepada murid: jika engkau menginginkan murid-murid menyukaimu maka cintailah mereka, jika engkau menginginkan mereka memperlakukanmu layaknya ayah maka perlakukan mereka layaknya anakmu. Karena karakter dasar para murid adalah menyukai guru bisa mencintainya, menyambut mereka dengan senyum dan keceriaan. Apabila suasan hati mereka sudah menyukai gurunya maka mereka akan mentaati perintah gurunya dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran bersama gurunya. Pada gilirannya guru akan mudah memberikan pengaruh-pengaruh perilaku positif dalam membentuk watak atau kepribadian yang mulia.
Berikut adalah beberapa perbuatan yang dapat menumbuhkan dan memantapkan rasa cinta antara siswa dan guru:
Ø Mengenal nama-nama siswa;
Ø Memahami karakter setiap individu siswa;
Ø Sabar dalam menanggapi perilaku siswa;
Ø Sesekali meminta pendapat/pertimbangan dari siswa;
Ø Berbicara dengan mereka dengan menyebut nama terindahnya;
Ø Kejernihan hati nurani terhadap siswa.
Jangan engkau bertanya kepada seseorang tentang apa yang menimpanya,
Rasakan dengan hatimu apa yang terjadi di hatinya,
Jika ada kebencian maka seperti itu pada hatimu atau
Jika cinta yang ada maka cinta itu didapatkan dari cintamu.
(Ontology Muhammad Al-Warraq,p.156)
Murid kepada guru:jika guru memulai bicara janganlah engkau sela, jika menunjukan sesuatu yang dimaksudkan mengagumkan maka kagumilah, jika ia bermaksud melucu maka tertawalah, pendek kata buanglah kesan kebosanan dan sikap kasar.
Guru kepada murid: jika engkau menginginkan murid-murid menyukaimu maka cintailah mereka, jika engkau menginginkan mereka memperlakukanmu layaknya ayah maka perlakukan mereka layaknya anakmu. Karena karakter dasar para murid adalah menyukai guru bisa mencintainya, menyambut mereka dengan senyum dan keceriaan. Apabila suasan hati mereka sudah menyukai gurunya maka mereka akan mentaati perintah gurunya dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran bersama gurunya. Pada gilirannya guru akan mudah memberikan pengaruh-pengaruh perilaku positif dalam membentuk watak atau kepribadian yang mulia.
Berikut adalah beberapa perbuatan yang dapat menumbuhkan dan memantapkan rasa cinta antara siswa dan guru:
Ø Mengenal nama-nama siswa;
Ø Memahami karakter setiap individu siswa;
Ø Sabar dalam menanggapi perilaku siswa;
Ø Sesekali meminta pendapat/pertimbangan dari siswa;
Ø Berbicara dengan mereka dengan menyebut nama terindahnya;
Ø Kejernihan hati nurani terhadap siswa.
Jangan engkau bertanya kepada seseorang tentang apa yang menimpanya,
Rasakan dengan hatimu apa yang terjadi di hatinya,
Jika ada kebencian maka seperti itu pada hatimu atau
Jika cinta yang ada maka cinta itu didapatkan dari cintamu.
(Ontology Muhammad Al-Warraq,p.156)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar