UnTitled
Beringin Pelindung Perkasa
04/06/13
28/04/11
POLITIK ISLAM atau ISLAM POLITIK ?
Apakah paratai-partai Islam yang bermunculan pasca runtuhnya orba telah merepresentasikan arah perjuangan umat Islam ? Saya ambil contoh PKS sebagai paratai Islam peraih suara terbanyak. Apakah PKS merupakan Politik Islam ataukah sekedar Islam Politik ? Dari perjalanan perpolitikan di tanah air sepertinya banyak pemerhati politik yang meragukan bahwa partai-partai Islam yang ada benar-benar berpegang teguh pada nilai-nilai ke-Islam-an. Apapun yang telah terjadi pada partai-parati Islam, umat Islam yang mayoritas membutuhkan adanya paratai Islam yang bisa menjadi penyalur aspirasi atau dalam pembuatan legislasi dan kebijakan pemerintah yang berimplikasi positif bagi perbaikan terhadap umat Islam. Dari hasil pemilu 2009 masih membuktikan bahwa partai nasionalis masih menduduki posisi unggul dibanding parati-partai yang berbasis Islam. Demokrat (20,5%), Golkar (14,45%), PDIP(14,32%), PKS (7,88%), PAN (6,01%), PPP (5,32%) dan PKB (4,94%) bahkan paratai Islam lainnya tidak mencapai 2,5% sebagai persyaratan parliamentry threshold. Yang menjadi tamparan hebat bagi umat Islam bukanlah kekalahan suara tetapi menyeruaknya isu-isu korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum elit politik dari partai berasas Islam. Kalau partai-partai berasas Islam tidak mau/mampu memperbaiki karakter dari politik kotor maka suatu saat akan muncul sikap dari konstituen muslim “Islam yes, paratai Islam no” atau yang lebih ekstrem lagi akan banyak bermunculan gerakan-gerakan bergaris keras berasaskan Islam, seperti isu NII yang makin lama semakin terang adanya. Mengingat masyarakat Indonesia yang majemuk maka penulis berpendapat jikalau upaya perjuangan melaui jalur politik tidak berhasil maka perjuangan untuk kepentingan umat Islam tidak harus mengedepankan simbul-simbul Islam yang kaku dan rigid, melainkan lebih mengedepankan nilai-nilai Islami yang rahmatan lil alamin. Menghadapi pemilu 2014 partai Islam harus mulai islah bukan malah perang opini dan saling mengklaim mendapat dukungan dari berbagai segmen konstituen. Bersatulah wahai elit-elit partai Islam kalau kalian benar-benar ingin membangun umat Islam, ubah cara pandang golongan dan aliran karena itu yang justru membuat kita lemah. Jangan jadi umat pinggiran yang gamang tetapi jadilah umat yang istiqomah tak mudah goyah ketika mendapatkan ujian kesenangan maupun kesusahan. Allohua’lam bissawab.
20/02/11
02/11/10
24/09/10
Untuk diketahui bagi guru bahwa untuk variasi metode pembelajaran kita bisa menggunakan metode Story map, Mind map, Diagram Frayer, Cause-Effect, Differences & Similarities dan Menulis Deskripsi.Insya Allah akan menarik dan efektif.
30/10/09
Menyusun Thesis
Masa belajar saya di PPs. Teknologi Pendidikan Unja sudah masuk pada semester III. Kuliah tatap muka sudah berkurang tetapi studi mandiri yang harus diwaspadai.Topik thesis saya adalah membuat media pembelajaran video pada mata pelajaran IPS/Ekonomi di SMK Bisnis dan Manajemen.Saat konsultasi dengan pembimbing keduanya mensuport tapi pada giliran saya menseminarkan kajian pustaka komentar dari dosen pembahas tak ada satupun kalimat positif untuk tulisan saya. Timbul pertanyaan dibenak saya, apakah memang harus seperti itu cara ngomong seorang pembahas proposal thesis,habis cuma nyalahin tak ada satu pun kata solusi.
Tapi saya akan maju terus selagi pembimbing saya mendukung topik saya.Oleh karena itu jika pembaca ada yang punya buku atau saran-saran lain tolong dong saya punya email :sutrisno.68@gmail.com.
Tapi saya akan maju terus selagi pembimbing saya mendukung topik saya.Oleh karena itu jika pembaca ada yang punya buku atau saran-saran lain tolong dong saya punya email :sutrisno.68@gmail.com.
27/10/09
Nekat,Demi Terhindar dari Sistem yang Cacat
Dalam manajemen perusahaan kita kenal macam-macam sistem, setidaknya ada sistem keuangan,pelayanan dan produksi.Antar subsistem satu dengan lainnya saling terkait dan saling ketergantungan, hal ini berlaku bagi semua perusahaan termasuk institusi sekolah swasta.Perbedaan yang paling nampak adalah aktivitas produksinya,kalau di sekolah aktivitas produksinya berupa Proses Pembelajaran.Maka seorang manajer tak boleh hanya perhatian pada satu subsistem saja,karena antar sub sistem saling berhubungan sabab-akibat.
Menurut teori manajemen tingkatan manajer terdiri dari top,midle dan low manajer.Dari sisi skill top manajer seharusnya lebih kuat di skill konseptual dan sedikit skill technical. Midle manajer seharusnya lebih berkompeten dalam human relation dan memahami concept skill dan technical skill tetapi tidak terlalu mendetail.Sedangkan Low Manajer seharusnya lebih menguasai secara teknis dan sedikit konsep.
Dari sisi penguasaan sumber informasi Top Manajer hendaknya mengasai perkembangan luar sebesar 75% dan informasi dari dalam 25%. Midle Manajer hendaknya menguasai informasi baik dari dalam atau dari luar masing-masing 50%.Sedangkan Low Manajer hendaknya menguasai dari luar 25% dan dari dalam 75%.Nah dari teori tersebut hendaknya kita bisa melakukan evaluasi diri,sekarang kita berada pada tingkat manajer yang mana, apakah kompetensi dan aktivitas kita sudah sesuai atau belum ?
Kalau saya sekarang lebih merasa posisi saya berada pada level Midle Manajer,dengan konsekuensi saya harus banyak melakukan aktivitas human relation untuk membangun komunikasi guna menangkap berbagai informasi baik dari atas maupun dari bawah, walaupun skill konsep dan teknik harus juga saya miliki. Namun pemahaman saya terhadap posisi saya tidak terpahami oleh subsistem lain sehingga apa yang saya gagas dan rencanakan selalu tidak sampai.Akhirnya muncul pertanyaan baru siapa seharusnya yang membuat dan mempertahankan keberlangsungan sistem.
Kini saya sedang berusaha menciptakan kebiasaan diskusi sambil menangkap berbagai permasalahan, tetapi Top Manajer seakan sudah keburu ingin menylesaikan masalah dengan caranya tanpa didahului dengan membangun komunikasi yang baik.Sementara Manajer di bawah saya masih menganggap bahwa diskusi/meeting itu sebatas sebagai kuwajiban belaka belun menghargai sebagai media mengurai permasalahan dan mencari pemecahannya.
Dengan kurangnya pemahaman terhadap fungsinya masing-masing saya memberanikan diri untuk mengevaluasi sistem yang ada di tempat saya bekerja.Walaupun kesulitan dan kendala sudah terbayangkan tetapi harus maju pantang mundur, soal barhasil atau gagal nanti urusan belakang.Bukan nekat bunuh diri tetapi nekat dengan perhitungan untuk keluar dari sistem yang cacat.Ada beberapa penyebab belum semangatnya komponen sistem di tempat saya bekerja, pertama mungkin belum memahami konsep(visi dan misi), kedua hanya menghargai sbg tugas(kepuasan upah), dan yang ketiga merasa tidak diperhatikan(kemitraan,keadilan,empati).
Saya mengajak kepada rekan-rekan yang bekerja di lembaga berinisial ATQ untuk menghargai event AF-2 nanti sebagai media belajar dan berkolaborasi dalam mengekspresikan kompetensi dan profesi.Untuk sementara jangan pedulikan pimpinan kita akan memperhatikan atau tidak.Kalau kita tidak berprinsip demikian saya khawatir di akhir acara nanti kita tidak akan mendapatkan berkah dan kepuasan,justru kekesalan yang kita dapatkan.Yakinlah kawan-kawan dengan niat yang baik,ikhtiar yang baik insya Alloh akan diperoleh hasil yang baik pula.Baik bagi kita pribadi dan baik untuk orang lain,inilah sebenarnya makna rahmatan lil alamin.Wallohua'lam bissawaf.
Menurut teori manajemen tingkatan manajer terdiri dari top,midle dan low manajer.Dari sisi skill top manajer seharusnya lebih kuat di skill konseptual dan sedikit skill technical. Midle manajer seharusnya lebih berkompeten dalam human relation dan memahami concept skill dan technical skill tetapi tidak terlalu mendetail.Sedangkan Low Manajer seharusnya lebih menguasai secara teknis dan sedikit konsep.
Dari sisi penguasaan sumber informasi Top Manajer hendaknya mengasai perkembangan luar sebesar 75% dan informasi dari dalam 25%. Midle Manajer hendaknya menguasai informasi baik dari dalam atau dari luar masing-masing 50%.Sedangkan Low Manajer hendaknya menguasai dari luar 25% dan dari dalam 75%.Nah dari teori tersebut hendaknya kita bisa melakukan evaluasi diri,sekarang kita berada pada tingkat manajer yang mana, apakah kompetensi dan aktivitas kita sudah sesuai atau belum ?
Kalau saya sekarang lebih merasa posisi saya berada pada level Midle Manajer,dengan konsekuensi saya harus banyak melakukan aktivitas human relation untuk membangun komunikasi guna menangkap berbagai informasi baik dari atas maupun dari bawah, walaupun skill konsep dan teknik harus juga saya miliki. Namun pemahaman saya terhadap posisi saya tidak terpahami oleh subsistem lain sehingga apa yang saya gagas dan rencanakan selalu tidak sampai.Akhirnya muncul pertanyaan baru siapa seharusnya yang membuat dan mempertahankan keberlangsungan sistem.
Kini saya sedang berusaha menciptakan kebiasaan diskusi sambil menangkap berbagai permasalahan, tetapi Top Manajer seakan sudah keburu ingin menylesaikan masalah dengan caranya tanpa didahului dengan membangun komunikasi yang baik.Sementara Manajer di bawah saya masih menganggap bahwa diskusi/meeting itu sebatas sebagai kuwajiban belaka belun menghargai sebagai media mengurai permasalahan dan mencari pemecahannya.
Dengan kurangnya pemahaman terhadap fungsinya masing-masing saya memberanikan diri untuk mengevaluasi sistem yang ada di tempat saya bekerja.Walaupun kesulitan dan kendala sudah terbayangkan tetapi harus maju pantang mundur, soal barhasil atau gagal nanti urusan belakang.Bukan nekat bunuh diri tetapi nekat dengan perhitungan untuk keluar dari sistem yang cacat.Ada beberapa penyebab belum semangatnya komponen sistem di tempat saya bekerja, pertama mungkin belum memahami konsep(visi dan misi), kedua hanya menghargai sbg tugas(kepuasan upah), dan yang ketiga merasa tidak diperhatikan(kemitraan,keadilan,empati).
Saya mengajak kepada rekan-rekan yang bekerja di lembaga berinisial ATQ untuk menghargai event AF-2 nanti sebagai media belajar dan berkolaborasi dalam mengekspresikan kompetensi dan profesi.Untuk sementara jangan pedulikan pimpinan kita akan memperhatikan atau tidak.Kalau kita tidak berprinsip demikian saya khawatir di akhir acara nanti kita tidak akan mendapatkan berkah dan kepuasan,justru kekesalan yang kita dapatkan.Yakinlah kawan-kawan dengan niat yang baik,ikhtiar yang baik insya Alloh akan diperoleh hasil yang baik pula.Baik bagi kita pribadi dan baik untuk orang lain,inilah sebenarnya makna rahmatan lil alamin.Wallohua'lam bissawaf.
Langganan:
Postingan (Atom)
